Senin, 13 Juli 2015

Demi sepotong dua potong baju baru

Semua pusat perbelanjaan dan pasar penuh sesak.
Itu fenomena biasa yang kita lihat menjelang hari raya tiba.
Semakin mendekati hari H, semakin padatlah pengunjungnya.
Lumrah, biasa, jamak, demikianlah adanya pendapat masyarakat.
Yang dibeli tak cuma bahan-bahan pokok, semua keperluan hari raya juga turut di beli.
Baju baru, sepatu baru, jilbab baru, koko baru, sendal, celana, kaos, dalaman hingga perabot baru.
Maklumlah, hari Raya, ngga afdhol kalau tidak baru.
Mall yg memakai pendingin ruangan pun terasa panas seperti di pasar tradisional saking padatnya.
Yang menarik perhatian saya adalah banyak sekali orang tua yang membawa anaknya berbelanja keperluan hari raya ini, terutama balita.
Saya perhatikan betul raut wajah mereka.
Bete, kesal, diam atau bahkan malah banyak yang menangis.
Ada pula yang cuek lelarian sana sini tanpa menghiraukan ucapan orang tuanya yang saya perhatikan memakai nada oktaf tinggi.
"Sayaaaaaang...ayo coba sini bajunya!"
Anaknya tetep cuek lelarian.
"Sayaaaaaaaaang...sinih cobain dulu!!!"
Kali ini bundanya menaikkan nada lebih tinggi dan panjang disertai tanda seru 3 buah.
Anaknya menoleh, tapi tetap saja lelarian. Hahaha
Selanjutnya, bisa di tebakkan?
Bunda tadi menghampiri anaknya, menarik tangan anaknya dengan kasar, lalu menggeret ke tempat baju yang tadi dipilihnya.
Alhasil, terjadilah kejadian ruarrrr biasa.
Meledak tangisan si anak.
Runyam, si bunda terus mengoceh memarahi anaknya, si anak makin keras tangisannya, laluuuuu....
Mulailah tangan beraksi, Cubit.
Naaah, tuh kan?
Bundanya jadi ngga nyaman belanjanya.
Anaknya pun sama, engga nyaman.

Seringkan kita temui kejadian seperti ini?
Yang buat saya heran adalah jika kejadian seperti ini sering sekali kita temui, kita lihat, kita alami, mengapa masih saja ada orang tua yang membawa anaknya berbelanja baju lebaran pada saat peak seasson seperti ini?
Yuk kita analisi, jawabannya pasti beragam.
1. Kan baru dapat THR-nya sekarang, jadi ya baru bisa ajak anaknya beli baju yaaaa pas deket2 lebaran gini (sebutlah dia, ayah A).

2. Bawa anaknya biar ukurannya pas, ngga usah tuker2 lagi dan bulak balik. Kalau engga bawa anaknya, takut ukurannya kekecilan atau kebesaran (sebutlah dia, bunda T).

3. Biar anaknya milih sendiri baju atau sepatu yang dipengen. Kalau engga bawa anaknya, suka engga cocok (sebutlah dia, ibu W). Hmmm...terdengar bijak ya alasannya.
4, 5, 6, dst, pasti masih banyak alasan yang lain.

Saya sih cuma bisa membalikkan jawaban mereka sendiri dengan pertanyaan2:
1. Kenapa harus pas peak seasson membeli perlengkapan hari raya?
Bisakan membelinya jauh2 hari. Disimpan di dalam lemari lalu di pakai saat hari raya. Hari raya memang identik dengan baju baru, tapi apa membeli baju itu harus ketika hari raya tiba saja? Sebelum belumnya anda tidak pernah membelikan pakaian untuk anak anda? Itu salah satu kewajiban anda sebagai orang tua loh.

2. Engga tau ukuran anak?
Hmm...itu anak siapa ya? Seharusnya sebagai orang tua, andalah yang paling tahu anak anda. Apa ukuran bajunya, apa ukuran sepatunya, apa warna favoritnya, model seperti apa yang anak anda suka.
Agak aneh ya kalau anda tak tahu siapa anak anda sendiri.
Saya berikan tanda tanya besar untuk alasan ini.
Jangan-jangan itu anak si mbak ya?
Hahaha...bercanda.

3. Anaknya sendiri yang pengen ikut ke mall.
Hmm...ini beda lagi. Jika memang anaknya yg ingin ikut ke mall, tak mengapa. Tapi ingatlah kenyamanan anak adalah yang utama. Apalagi buat anak2 yg sedang di latih berpuasa. Kita saja yang dewasa suka merasa lelah setelah berbelanja, apalagi mereka.
Tak perlu menggunakan nada tinggi, palagi menambah dengan keterampilan tangan.
Jika ingin mencoba pakaian, anda yang menghampiri anak.
Bukan anak yang dipaksa menghampiri kita.
Tanyakan juga, apakah mereka sudah merasa lelah?
Jika iya, lebih baik segera pulang.
Atau anak dapat melakukan aktifitas lain dengan bermain di tempat bermain anak yang biasanya tersedia di mall2.
Jangan sampai sepotong dua potong baju baru, melukai perasaan anak anda.
Sayang sih sayang, namun alangkah baiknya jika dengan cara yang baik.
Setuju???

So? Met hunting sale ya, mommies...