Di kelas kami sebenarnya ada 14 murid.
Tapi pada waktu- waktu tertentu, bisa menjadi 15 anak.
Nah loh? Kenapa bisa seperti itu?
Ini tidak ada kaitannya dengan mistis atau bangku kosong.
Ini juga tak ada hubungannya dengan sesuatu yang menakutkan.
Ia adalah anak yang biasa muncul dengan tiba-tiba atau pun menghilang tiba-tiba.
Jangan pernah menyuruhnya diam di suatu tempat atau ruangan tanpa pernah melakukan hal yang sangat ia sukai, yaitu membaca.
Ia takkan pernah betah berada di situ.
Ia akan berkeliling di setiap ruangan mencari bahan bacaan.
Semua hal di bacanya, sampai bon dan kwitansi pembayaran siswa pun tak luput dari rasa hausnya akan membaca.
Baginya membaca itu sudah seperti bernafas.
Gelisah tak karuan saat tak satu buku pun di dapatnya.
Selain membaca, ia juga sangat hobi menggambar.
Karya nya sangat detail dan apik.
Tema gambar yang disukainya adalah wanita cantik yang fashionable.
Sang putri akan digambarnya dengan detail wajah yang lengkap. Alis berbentuk bulan sabit, bulu mata lentik yang menawan, tas berhias mutiara, sepatu berhak tinggi dengan tali sampai betis, baju dengan gaya up to date hingga tatanan rambut yang sangat bagus.
Sangat proposional dan menjelimet untuk ukuran anak usia 6 tahun.
Begitu pula saat ia menggambar sebuah kamar.
Tempat tidur berhiaskan kelambu tampak ada di sudut ruangan dengan detail ukiran pada border.
Sprei, bantal, guling selimut hingga keset kaki tergambar dengan jelas bentuk nya.
Hiasan dinding berupa lukisan di samping lemari pakaian tampak apik menghias bagian dinding yang kosong.
Meja rias beserta pernak-pernik diatasnya tampak manis bersanding dengan tempat tidur.
Begitu detail dan indah.
Perlu imajinasi yang dalam dan kreatifitas yang baik untuk bisa menuangkannya dalam bentuk visual seperti itu.
Tapi janganlah memintanya mewarnai gambar-gambar tersebut.
Ia akan sangat marah dan terganggu.
Baginya, warna hitam dan putih adalah warna yang seharusnya ada.
Kesukaannya menggambar berlembar-lembar kertas HVS mendorongnya membuat majalah.
Bukan hanya sebuah majalah, tapi banyak majalah.
Majalah tersebut merupakan kumpulan hasil gambarnya yang di taruh dalam clear holder berisi 20 lembar.
Setiap majalah mempunyai tema dan rubrik.
Ada rubrik fashion, rubrik teka-teki, rubrik games, rubrik maze, rubrik asah otak dll.
Semua ia gambar sendiri.
Warnanya? tetap hitam dan putih. hahahaha
Ia juga senang bercerita.
Terkadang ia menggantikan kami bunda guru untuk bercerita di hadapan teman-temannya pada hari bercerita.
Apa yang diceritakannya?
Tentu isi dari majalah buatannya itu.
Ia membawakannya dengan logat suara yang berbeda.
Saat itu ia akan berubah menjadi pendongeng handal dari negeri impian.
Tidak ada yang boleh beranjak dari duduk saat ia bercerita atau ia akan berkata " Semuanya harap tenang dan dengarkan,"
Ia takkan perduli audience nya sudah bosan atau tak mendengarkannya, yang penting ia akan bercerita sampai tamat.
Dan diakhir cerita biasanya ia akan berkata " untuk saran dan pemesanan dapat menghubungi nomor yang ada disini," ujarnya sambil menunjuk lembar terakhir yang bertuliskan nomor telefon mommy nya.
Ia takkan pernah betah berada di situ.
Ia akan berkeliling di setiap ruangan mencari bahan bacaan.
Semua hal di bacanya, sampai bon dan kwitansi pembayaran siswa pun tak luput dari rasa hausnya akan membaca.
Baginya membaca itu sudah seperti bernafas.
Gelisah tak karuan saat tak satu buku pun di dapatnya.
Selain membaca, ia juga sangat hobi menggambar.
Karya nya sangat detail dan apik.
Tema gambar yang disukainya adalah wanita cantik yang fashionable.
Sang putri akan digambarnya dengan detail wajah yang lengkap. Alis berbentuk bulan sabit, bulu mata lentik yang menawan, tas berhias mutiara, sepatu berhak tinggi dengan tali sampai betis, baju dengan gaya up to date hingga tatanan rambut yang sangat bagus.
Sangat proposional dan menjelimet untuk ukuran anak usia 6 tahun.
Begitu pula saat ia menggambar sebuah kamar.
Tempat tidur berhiaskan kelambu tampak ada di sudut ruangan dengan detail ukiran pada border.
Sprei, bantal, guling selimut hingga keset kaki tergambar dengan jelas bentuk nya.Hiasan dinding berupa lukisan di samping lemari pakaian tampak apik menghias bagian dinding yang kosong.
Meja rias beserta pernak-pernik diatasnya tampak manis bersanding dengan tempat tidur.
Begitu detail dan indah.
Perlu imajinasi yang dalam dan kreatifitas yang baik untuk bisa menuangkannya dalam bentuk visual seperti itu.
Tapi janganlah memintanya mewarnai gambar-gambar tersebut.
Ia akan sangat marah dan terganggu.
Baginya, warna hitam dan putih adalah warna yang seharusnya ada.
Kesukaannya menggambar berlembar-lembar kertas HVS mendorongnya membuat majalah.
Bukan hanya sebuah majalah, tapi banyak majalah.
Majalah tersebut merupakan kumpulan hasil gambarnya yang di taruh dalam clear holder berisi 20 lembar.
Setiap majalah mempunyai tema dan rubrik.
Ada rubrik fashion, rubrik teka-teki, rubrik games, rubrik maze, rubrik asah otak dll.
Semua ia gambar sendiri.
Warnanya? tetap hitam dan putih. hahahaha
Ia juga senang bercerita.
Terkadang ia menggantikan kami bunda guru untuk bercerita di hadapan teman-temannya pada hari bercerita.
Apa yang diceritakannya?
Tentu isi dari majalah buatannya itu.
Ia membawakannya dengan logat suara yang berbeda.
Saat itu ia akan berubah menjadi pendongeng handal dari negeri impian.
Tidak ada yang boleh beranjak dari duduk saat ia bercerita atau ia akan berkata " Semuanya harap tenang dan dengarkan,"
Ia takkan perduli audience nya sudah bosan atau tak mendengarkannya, yang penting ia akan bercerita sampai tamat.
Dan diakhir cerita biasanya ia akan berkata " untuk saran dan pemesanan dapat menghubungi nomor yang ada disini," ujarnya sambil menunjuk lembar terakhir yang bertuliskan nomor telefon mommy nya.
Ia juga pandai matematika, jago browsing, pandai membuat kue,dan yang paling hebat dari dirinya adalah imajinasi yang tak terbatas.
Wah, anak berbakat ya? Iya.
Pasti menyenangkan punya anak murid seperti dia.
O, belum tentu.
Dia adalah ratunya drama.
segala sesuatu tampak berlebihan dalam fikirannya.
Ia pernah memarahi angin, berteriak kepada sinar matahari, menyalahkan hujan,memaki lubang yang ada di halaman, bertanya kenapa harus ada air? Kenapa kita harus sholat? kenapa harus ada petir? Kenapa harus ada lebah? dan akan berakhir denga pernyataan "aku tidak suka air", "aku tidak suka lebah"," aku tidak suka hujan" dan banyak ketidak sukaannya pada berbagai hal.
Hal-hal yang ia tanyakan mungkin adalah pertanyaan anak kebanyakan. Namun umumnya anak-anak hanya sebatas bertanya dan melupakannya saat bermain bersama teman-temannya.
O, tidak dengannya.
Ia akan terus bertanya, bertanya, bertanya dan bertanya hingga puas.
Pada siapa saja ia akan bertanya, bahkan mungkin pada rumput yang bergoyang. Hehehe
Dan jika anak seusia ini tidak terpenuhi rasa keingin tahuannya, mau tau apa yang akan terjadi?
Yup, ia akan marah.
Marah pada temannya, marah pada orang tuanya, marah pada gurunya bahkan marah pada dunia.
Perkara temannya yang pernah di tendang, di pukul, di gigit, itu adalah hal yang biasa kami laporkan pada mommy nya.
Guru yang digencet di pintu, guru yang di seruduk oleh kepalanya, bahkan sampai guru yang di gigit pun ada.
Ia hanya marah, marah karena tidak ada satu pun yang mengerti dia.
Bisa apa anak usia 6 tahun?
Berharap apa dari anak 6 tahun yang marah?
Duduk dengan tenang, mengajak kita berdiskusi, lalu memecahkan masalah perasaannya yang merasa tak di mengerti?
Waaaah, kalau dia melakukan itu, saya malah takut dan bingung.
Ia juga tak mau menyebutkan nama orang lain.
Baginya itu sesuatu yang sakral dan memiliki nilai romantisme sendiri.
Biasanya ia akan memanggil dengan si "itu", "eh" atau"kamu".
Dan dia hanya mau memanggil nama mommy, daddy, kakek-nya dan namaku saja. Awalnya aku berfikir hanya ketiga orang itu yang ada di dunia ini. Tapi ternyata ia masih mempunyai nenek dan punya banyak sepupu.
Hanya sepupu? bagaimana dengan kakak dan adik?
Ia anak tunggal, tak mempunyai kakak atau pun adik.
Teman terbaiknya adalah dirinya sendiri.
Egois?
Siapa pun pada usia ini akan egois.
Anak di usia ini, baru saja belajar bersosialisasi dan itu adalah hal yang berat untuk mereka.
Menyelami perasaan orang lain dan mengerti apa yang yang dialami orang lain adalah langkah besar dalam hidupnya.
Dia adalah ratunya drama.
suatu hari saat ia berjalan dengan anggun keluar dari kelas menuju pintu gerbang.
Tangan kanannya menarik tas troly berwarna merah jambu dengan gambar 3 orang putri yang berpose anggun.
Layaknya seorang pramugari yang baru turun dari pesawat, ia berjalan dengan penuh percaya diri menuju gerbang sekolah.
Baru saja beberapa langkah keluar dari gerbang sekolah, ia terjatuh.
Wah jangan tanya seberapa besar tangisannya.
Menggelegar keseluruh penjuru bumi.
Menembus hingga ke langit ke tujuh.
Hahahaha...tidaklah.
Pokoknya, tangisan itu membuat seluruh penghuni sekolah menghampirinya.
Begitu pula dengan para orang tua dan penjemput yang siang itu memang sudah ada di depan gerbang.
Tak ada yang bisa menenangkannya.
Ia memarahi lubang kecil di depan pintu gerbang yang membuatnya terjatuh.
"hey lubang jahat.kenapa kamu ada disini.haduuuuuh" sambil memegang kakinya yang sakit.
"Kenapa harus ada lubaaaaaang? aduuuuuuh" masih saja bertanya.
Dan dia hanya mau memanggil nama mommy, daddy, kakek-nya dan namaku saja. Awalnya aku berfikir hanya ketiga orang itu yang ada di dunia ini. Tapi ternyata ia masih mempunyai nenek dan punya banyak sepupu.
Hanya sepupu? bagaimana dengan kakak dan adik?
Ia anak tunggal, tak mempunyai kakak atau pun adik.
Teman terbaiknya adalah dirinya sendiri.
Egois?
Siapa pun pada usia ini akan egois.
Anak di usia ini, baru saja belajar bersosialisasi dan itu adalah hal yang berat untuk mereka.
Menyelami perasaan orang lain dan mengerti apa yang yang dialami orang lain adalah langkah besar dalam hidupnya.
Dia adalah ratunya drama.
suatu hari saat ia berjalan dengan anggun keluar dari kelas menuju pintu gerbang.
Tangan kanannya menarik tas troly berwarna merah jambu dengan gambar 3 orang putri yang berpose anggun.
Layaknya seorang pramugari yang baru turun dari pesawat, ia berjalan dengan penuh percaya diri menuju gerbang sekolah.
Baru saja beberapa langkah keluar dari gerbang sekolah, ia terjatuh.
Wah jangan tanya seberapa besar tangisannya.
Menggelegar keseluruh penjuru bumi.
Menembus hingga ke langit ke tujuh.
Hahahaha...tidaklah.
Pokoknya, tangisan itu membuat seluruh penghuni sekolah menghampirinya.
Begitu pula dengan para orang tua dan penjemput yang siang itu memang sudah ada di depan gerbang.
Tak ada yang bisa menenangkannya.
Ia memarahi lubang kecil di depan pintu gerbang yang membuatnya terjatuh.
"hey lubang jahat.kenapa kamu ada disini.haduuuuuh" sambil memegang kakinya yang sakit.
"Kenapa harus ada lubaaaaaang? aduuuuuuh" masih saja bertanya.
Semua orang yang ingin menolongnya, diusir.
Akhirnya ku hampiri dia, dan ku peluk, lalu ku bertanya "kenapa menangis, sayang?"
ku fikir jawaban yang akan keluar darinya adalah
"kakiku sakit" atau "aku ngga bisa berdiri" atau "aku malu."
ternyata jawabannya adalah
"AKU NGGA BISA JADI PRINCESS LAGIIIIII."
Hah????
Ternyata yang membuatnya bersedih itu, keanggunan dia sebagai seorang putri hancur gara2 ia terjatuh.
Oh rupanya siang itu ia membayangkan dirinya menjadi putri.
eeeeeeaaaaaaaaa.....
ow, ow, ow....she is a real drama queen,hahaha.
Banyak lagi hal unik tentangnya.
Pernah disuatu sore ia mengetuk pintu rumah ku sambil menyerahkan cup cake perdana buatannya.
Kue itu masih terasa hangat dan di wajahnya masih terlihat sisa-sisa tepung terigu.
Terburu-buru ia mendatangiku untuk menyerahkan kue buatannya.
Hangatnya kue menghangatkan juga hatiku.
Cup cake berhiaskan huruf I, bentuk hati dan U membuatku terharu setengah mati.
Bagaimana aku tak jatuh cinta pada anak ini.
Di lain waktu ia selalu merasa dirinya adalah seekor anak kucing.
Masuk ke kelas denga mengeong dan berjalan dengan tangan dan kakinya, layaknya seekor kucing.
Mengusap-usapkan wajahnya ke lenganku dan membalikkan tubuh minta dibelai.
Saat aku bertanya " kenapa kamu jadi anak kucing, sayang?"
"Karena bunda sopi suka kucing," itu jawabnya.
Ya ampun, ia fikir jika menjadi anak kucing aku akan lebih menyayanginya.
Aku memang memiliki seekor kucing persia bernama ketrin.
Lalu ku jelaskan bahwa aku akan tetap menyayanginya walau ia bukan kucing seperti ketrin, barulah ia berperilaku menjadi dirinya lagi.
Orang lain mungkin berfikir ia adalah anak yang merepotkan, tak bisa diam, emosional dan tak bisa ikut aturan.
Bagiku ia adalah anak yang kreatif, out of the box dan pintar.
Ia hanya perlu dihargai sebagai dirinya sendiri.
Beberapa tips yang bisa saya bagi untuk merangkul anak seperti ini, adalah:
- Dengarkan ia. Setiap orang akan senang bila di dengarkan.Begitu pun dengan anak-anak. Anak kreatif mempunyai banyak ide dan ia memerlukan orang lain untuk mau mengapresiasi ide-ide tersebut. Mendengarkan adalah bentuk paling sederhana dari apresiasi.
- Berikan ruang dan waktu untuknya bereksplorasi dan menyalurkan kreatifitasnya.
- Berikan batasan yang jelas tentang peraturan yang harus ia taati dengan cara berdiskusi. Punishment dan reward tetap di perlukan disini, namun itu berdasarkan hasil kesepakatan dengan si anak.
- Tidak mematahkan kreatifitas anak. Semua benda yang kita pakai saat ini adalah hasil kreatifitas para penemunya. Bayangkan bagaimana jika kreatifitas seorang Thomas Alfa Eddison di patahkan? tentu dunia ini hanya akan diterangi nyala lilin saja sepanjang masa.
- Tetap menjadikan anak itu sebagai dirinya sendiri, karena setiap anak adalah pribadi yang unik, setiap anak adalah sebuah pribadi dan setiap anak adalah manusia.
Demikian kiranya sedikit cerita saya tentang si kreator yang pandai bercerita dan berekspresi... she's a real drama queen, i guest and she took my heart.














