Sabtu, 29 Agustus 2015

Pornografi di facebook

Miris dan sedih...
Itu yang saya rasakan saat melihat postingan-postingan gambar dan video pornografi di facebook.
Ada apa ini?
Sebulan ini, postingan semacam itu, gencar sekali beredar.
Entah ini ulah pesaing facebook yang ingin menjatuhkan citra atau pekerjaan hacker yang iseng.
Yang jelas, ini merusak mental.
Yang membuat prihatin adalah kenyataan bahwa pengguna facebook banyak anak-anak dibawah umur 18 thn.
Entah memang mereka yang membuat sendiri account tersebut, dibuatkan oleh teman atau yang paling menyedihkan, orang tua mereka sendiri yang membuatkan.
Eh, hellloooooo....demi apa?
Demi anaknya tak ketinggalan jaman?
Demi kekinian?
Lalu sekarang saat sedang maraknya peredaran postingan pornografi di wall yang intensitas tayangnya sangat sering, apa yang orang tua lakukan?
Tahukah mereka bahwa dengan sekali saja menonton atau melihat gambar seperti itu, kecerdasan anak akan turun 1%, lalu mereka menjadi ketagihan.

Bayangkan, jika anak berkali-kali melihat postingan ini?

Regradasi mental, kecerdasan dan ahlak....itu tujuan para hacker ini.
Mau dibawa kemana negri ini?
Para orang dewasa di hantam dengan krisis ekonomi,
Anak-anak dihantam dengan krisis moral.
Salah facebook kah?
Saya rasa tidak.
Pernahkah anda para pengguna facebook ini membaca syarat dan ketentuan dalam membuat account ini?
Umur pembuat account tidak boleh dibawah 13thn.
Dan anda menyetujui ketentuan ini, dengan menekan tombol "i accept".
Lalu lihatlah di negri kita ini, negri para pesulap.
Apa-apa bisa disulap dan di sesuaikan.
Hingga usia anak pun bisa kita sulap.
Mereka menuakan usia, agar bisa mempunyai account.
Sekali lagi, untuk apa?
Mencari teman? Bersilaturahim?
Kenyataannya anak-anak diajarkan pamer status, Pamer foto, hingga pamer kemesraan.
Naudzubillahimindzaliq...
Lalu, apa yang harus dilakukan?
Kalau anak diminta menghapus account-nya, pasti misuh-misuh..,nggak bakalan mau.
Gini deh, gimana klw dengan cara yg halus dan nggak memaksa?
Mulailah mengajarkan pada anak, apa arti bersilaturahim yang sebenarnya, apa arti bermain yang sebenarnya.
Beritahukan bahwa they real life, they real friends itu adalah yang bisa dilihat langsung, berbicara langsung, berinteraksi langsung.
Yang di dumay ituuuu yaaaa maya, nggak nyata, nggak real.
Jangan sampai generasi kita menjadi generasi yg tidak bisa membedakan mana yang nyata, mana yang tidak.
Bermain itu adalah interaksi sosial yang menyenangkan.
Bermain itu butuh orang lain, misalnya main bola, main layangan, main kelereng dll.
Bermain dengan gadget, itu bukan arti bermain yang sesungguhnya.
Mulailah menjauhkan gadget, berikan keasyikan bermain dalam dunia nyata, keasyikan bersilaturahmi yg sesungguhnya.
Jika itu terjadi, anak akan lupa pada gadgetnya.
Mereka akan tahu betapa mengasyikannya tertawa lepas bersama teman saat mereka bermain hujan dan terjatuh di kubangan air.
Mereka akan tahu betapa menyenangkannya bisa menangis bersama saat salah satu teman ada yang bersedih.
Mereka akan tahu, gadget itu nggak asyik.
Facebook itu cuma bikin kita menjadi orang yang egois.
Dan mereka mulai meninggalkan itu semua.
Truuuuusssss....kita nih sebagai orang dewasa, mestinya sering-sering bikin postingan yang baik, jangan diam saja.
Seperti salah satu tujuan dari wadah Sejuta Guru ngeBlog yang saya ikuti, yaitu membuat postingan2 positif di medsos mana pun.
Tujuannya, agar postingan2 negatif macam pornografi itu akan cepat tergeser oleh postingan positif.
Jika ada satu juta orang saja yang melakukannya, maka postingan negatif itu lekas tertutup toh? Tergeser ke bottom dan syukur2 nggak sempat kita lihat.
Dan pergunakan medsos dengan bijak, patuhi peraturan yg sudah kita setujui, Insya Alloh...Aaaammaaaan.
*buat para hacker, ada salam dari malaikat izroil...hehehe

Selasa, 25 Agustus 2015

Merindu di hari ke 15

Surat yg kesekian untuk L

Ini sudah hari yg ke 15 kamu meninggalkan rumah, nak.
Air mata ibu, masih saja menetes merindumu.
Namun sekarang ini Lebih banyaknya karena malu dan rasa bersalah.
Terakhir kita bertemu, kamu sudah lebih tinggi beberapa centi dari ibu.
Bukan hanya tubuhmu yang melebihi ibu sekarang.
Sikap dan ibadahmu pun sudah melebihi ibu.
Setiap harinya jam 3 pagi kamu bangun dan tidur jam 10 malam.
Kamu sibuk, super sibuk.
Tp kamu tetap istiqomah mengerjakan qiyamul lail setiap hari.
Ibu mu?
Ah, masih saja suka berat mata bangun saat malam dan meninggalkan rawatib.
Hafalanmu sudah banyak.
Ibumu?
Tilawah pun masih malas2an.
Shaum mu terjaga dgn baik.
Ibu mu?
Dengan berbagai alasan berusaha tak melaksanakan.
Wajib dan sunahmu terjaga.
Lalu, Ibumu???
Malukah engkau punya ibu seperti aku,nak?
Yang seharusnya mengajarkan dan tahu lebih banyak darimu.
Palagi saat teman2 mu bilang, kamu adalah anak yg paling rajin merapihkan kamar.
Bukan hny milikmu, tapi juga milik kawan2mu.
Itu karena kamu terbiasa seperti itu di rumah.
Karena orang tuamu tak se-kaya orang tua teman2mu.
Tak bisa menyediakan orang untuk membantu menyiapkan keperluanmu.
Hingga kamu malah menjadi partner ibu dalam urusan rumah.
Ah, L
Melihat teman2mu turun dari mobil2 mewah diantar supir, kembali hati ibu trenyuh.
Menatap ke dalam matamu.
Kamu hanya diantar oleh kendaraan yg biasa tapi ibu senang karena tak melihat ada perasaan rendah diri disana.
Temanmu banyak, kamu disayangi mereka.
Maafkanlah ibu yg belum bisa menyediakan kendaraan yg layak untukmu, blum bisa membelikan pakaian yg bagus dan mahal untukmu.blum bisa membelikan mainan2 yg kau inginkan,blum bisa memberimu banyak hadiah.
Maafkanlah juga ibu karena kamu selalu harus berjuang untuk apa yg kau inginkan.
Dan kamu tak pernah memintanya.
Dari semua yg kurang, kamu malah selalu memberi lebih pada ibu.
Malukah engkau memiliki ibu seperti ibumu ini,nak?
Yang banyak kekurangan dan tidak bisa kau banggakan?
Kamu adalah belahan jiwa ibu.
Kamu adalah segalanya di dunia ini.
Terima kasih banyak untuk segala kebaikan yang telah kau berikan, anakku.
Ibu mencintaimu, lebih dari apa pun dan siapa pun.
#nangis#lagi#sendiri#insta

Senin, 24 Agustus 2015

Genk mesjid

Tiap-tiap denger adzan, air mataku langsung keluar.
Terutama kalau adzan Maghrib.
Bukan apa-apa, itu semua karena ngeliat beberapa teman berjamaahnya L lewat di depan rumah dan ngelirik2, mencuri2 pandang ke arah rumah kami.
Posisi rumah yang memang berhadapan dengan mesjid jami, membuat siapa pun yang menuju mesjid, akan melewati rumah.
Biasanya beberapa anak sudah berteriak2 memanggil nama L, saat waktu sholat datang.
Tapi kini, tak ada suara2 itu.
Hanya pandangan mata dan wajah2 yang mencuri pandang ke arah rumah.
Entah apa yang mereka pikirkan.
Mereka tahu, L sekarang di Alka.
Mungkin mereka hanya berharap saja atau mengenang senyuman dan lambaian tangan L didepan pintu saat mereka menjemput L.
Ah, anak2 itu...sahabat2 dekat L, mereka semua lelaki dan seumuran L.
Melihat mereka, seperti melihat L sedang tersenyum, berucap salam sambil mencium punggung tanganku saat pamit menuju mesjid.
Duh, kawan...maafkan hati seorang ibu yang merindu ini.
Janganlah kau sebut lagi aku ibu yang lebay.
Merindu itu ibarat bernafas dalam ruang yang kurang oksigen...berat.
Cobalah kau, kawan. Menahan nafas dalam kisaran waktu lebib dari 5 menit.
Seperti itulah rindu, menyesakkan.
Tapi dengan merindu, doa2 yang terhaturkan menjadi lebih khusyu dan panjang.
Seperti itulah ibu padamu,L.
#aku#nggak#nangis#cuma#kelilipan

Ketika semua orang kangen L

Percakapan dengan tukang siomay, kemarin di Al Hidayah.
A=aku  MS=mang siomay

Ms:"sendirian,teh? Ari si pael kamana? Tos lami abdi teu tingal.
(Roaming ya? Baelah, saya translate kan, "teh, sendirian? Fael kemana? Dah lama saya nggak liat).
A :"pan ayeuna, fael teh di pasantren,mang."
Ms:"atuh, pantes we. Biasana sok mesen siomay. Da,pael mah osokna meser engkol hungkul, dibumbuan.
(Pantes, biasanya suka pesen siomay. Sukanya beli kol saja dibumbuin).
A  :"ari mang terang teu, ari fael teh teu resep ka engkol?:
      ( mang tau nggak, fael tuh nggak doyan kol)
Ms:"naha mun meli teh engkol hungkul?"
       (Kenapa kalau beli hanya kol saja?)
A  :"abdi ge heran mang. Ceunah mah, engkol nu amang mah beda, ngenaheun ceunah." (Saya jg heran mang. Katanya kol buatan mang mah beda,enak).
Ms:"ah, si pael mah bisaan wae. Jadi sono,teh. Engke salamnya ti amang. Salam kompak gituh. Biasa sok jamaah bareng pael."
A   :"yeeeeeh si mang mah. Insha Alloh mang, ngke disalamanlah. Ayeuna we ku abdi diwakilan. Wa alaikum salam, mang.:
Ms:"si teteh mah bisa wae."

Itu baru mang tukang siomay.
Tadi pagi, pas daku belanja di tukang sayur n beli gorengan di jembatan 2, eeeeh mereka juga nanyain L.
"Kok ibunya fael yg belanja? Fael kmana? Sakit ya,teh?" Begitu ibu tukang sayur itu bertanya keheranan.
Atau komentar ibu penjual gorengan yg bilang "si mas kmana,mbak? Biasanya mas fael yg kesini."
Begitu daku jelaskan kalau L di boarding, mereka mendoakan L.
Sejak TK B, memang seringnya L yang belanja.
Jadi dia tenar banget di komplek, hehehe.
Dan ketika peran itu diambil alih daku, banyak yg merasa kehilangan.
Tuuuuuh L, bukan cuma ibu yg kangen.
Bukan cuma ibu yg lebay, hehehehe
(Kang siomay nya nggak mo di poto, ntar candid deh kapan2. Jadi pake poto L sedang belanja di tukang sayur).
#saat#semua#kangen#L

Rindu ini...ah

Sepertinya L memang betul2 rindu pada ibunya.
Rindu bertemu,
Rindu dipeluk,
Rindu bobo bersama,
Baru ketemu, langsung bilang "aku ngantuk,bu."
"Ah, itu kan cuma alasan supaya kamu dipeluk ibu lama, kan L?" Ujarku dalam hati.
Ibu jg rindu sekali,L...
Mari sini,nak....ibu akan peluk erat kamu, menyalurkan semua energi baik dan positif, supaya kamu menjadi kuat dan hebat.
#perjalanan#menuju#taman#kencana#bogor

Hafalan lagu VS hafalan Al Quran

Review perjalanan hari minggu kemarin dengan L.

Karena perjalanan dari Bekasi -Alka-Bogor-Alka-Bekasi....macettt banget,
untuk menghilangkan kebosanan, aku dengerin musik dari tab.
Eeeeh,  pas denger lost stars nya adam levine, langsung deh komat kamit ngapalin lirik lagunya. Kereeeeen lagunya.
Ternyata bukan cuma aq, L di mobil pun komat kamit.
"L pasti lagi baca doa naik kendaraan,deh," itu fikirku sambil melirik ke arahnya.
Tapiiii...kok sepanjang perjalanan, mulutnya tetap komat kamit terus.
Penasaran, akhirnya Aku tanya "kamu lagi menghafal ya,L? hafalin apa,nak?"
"Hafalin surat bu, mau nambah hafalan juz-nya."
Jleeeeeb, Ya Alloh...beneran deh pengen nangis.
Anaknya sholeh....emaknya masih rock n roll an aja.
Anaknya ngapalin al Quran, emaknya ngapalin lirik lagu.
-_-' :'(

#ibu#macam#apa#aku

Ukuran Alloh adalah ketaatan bukan kekayaan

Memasukan anak di sekolah anak" orang kaya tuh, bikin hati sedikit deg deg an.
Dengan uang masuk sebesar hampir 60 juta dan uang bulanan 5,9 juta, terbayangkan seberapa besar kekayaan orang tua siswa disana, kan?
Itu baru dari segi penghasilan orang tua.
Dari segi prestasi dan tingkat kecerdasan pun, sangat-sangat bersaing ketat, karena meski beruang, tak sembarangan anak bisa masuk sekolah ini.
Tes masuknya lumayan sulit dan mengikuti beberapa penyaringan.
Mereka adalah anak-anak yg terbiasa dengan fasilitas yg lengkap dan mahal.
Mereka anak-anak orang kaya yg mempunyai segudang prestasi karena selain pandai juga punya kesempatan untuk ikut les ini itu.
Mereka adalah anak-anak the high yg biasa diantar pak supir dengan mobil-mobil mewah kepunyaan orang tuanya.
Diantara mereka ada yg sudah ber haji, ber umroh tiap tahun, juara renang, juara piano, hafal lebih dari 5 juz, sampai bulak balik liburan ke luar negri.
Subhanalloh...
Yang bikin deg-deg an...
Apa L nggak akan minder dengan keadaan teman-temannya?
Apa L nggak akan malu dengan kondisi orang tuanya?
Kami, orang tua L tidak mempunyai penghasilan sebesar orang tua lain dan L masuk ke Alka lewat jalur beasiswa, jadi tak membayar sebesar itu.
Saya pernah tanya ini ke L minggu yg lalu by phone (karena saya tdk ke Alka).
Jawabannya adalah "enggak,bu. Aq malah suka ngelucu klw sama mereka. Temen2ku orangnya serius2. Jadi, biar rame...aku nge lucu aja."
"Ngelucu apa,nak?" (Nggak ngerti saya)
"Yaaaa....aq ceritain cerita2 lucu gitu bu. Trus mereka suka ketawa2 dan suka nyariin aku."
"Temenmu, bapak ibunya kaya-kaya loh,nak. Kamu nggak minder nih, bener?"
"Nggak lah, bu. Kan dimata Alloh..sama aja."
Alhamdulillah...denger jawaban L, hati jadi lega.
Bukan apa-apa, masa2 seusia L adalah masa ketika ego mulai muncul. Mencari eksistensi diri, merasa perlu untuk membuktikan ke"aku"an.
Membanding-bandingkan diri dengan kawan lainnya.
Dan salah satu caranya bisa dengan memamerkan kekayaan orang tua.
Alhamdulillah, di asrama dan sekolah, pihak Alka menerapkan banyak peraturan yg membuat anak merasa sama dengan yg lainnya.
Misalnya, tidak boleh memakai jam tangan yg harganya lebih dari 200 rb.
Atau uang saku anak perminggu tidak boleh dari 50 rb.
Jadiiii...mau dia anak orang kaya atau pun tidak, semua sama.
Nggak ada yg pamer barang mahal, hehehe
Tapiii...tetep aja kan, begitu waktu besuk tiba, kelihatan siapa orang tua yang kaya.
Jangan-jangan, saya nya ini yg minder?
Alhamdulillah, nggak sih.
Bener kata L, dimata Alloh...kita semua ini sama. Yg membedakan hanyalah amalan.
Kalau cm jd orang kaya aja sih, banyaaaaak.
Jadi orang yg bermanfaat untuk orang lain itu yg masih sedikit.
Alhamdulillah juga, orang-orang tua di Alka, meski sebagian besar berasal dari golongan atas, mengikuti tauladan Ustman bin Affan, sahabat Rosululloh yg sangat kaya itu, mereka sangat2 ramah dan asyik.
Nggak sombong dan merasa paling baik.
Yang akhirnya tercermin pada perilaku anak-anak mereka.
So, i feel lucky...Alhamdulillah
L bisa tumbuh menjadi lelaki yg tahu siapa dirinya, dari mana ia berasal tapi mempunyai rasa kepercayaan diri yg baik.
Karena, sekali lagi, di mata Alloh...kita ini sama.
Kita bisa lihat di sekeliling, bahkan masih banyak diantara kita, yg sudah dewasa, masih saja membanding-bandingkan harta yang kita punya dengan orang lain.
Ukurannya masih soal harta dan kekayaan saja.
Padahal, Ukuran Alloh adalah soal ketaatan bukan kekayaan, soal kebermanfaatan bukan banyaknya harta.
*eeeaaaa pagi-pagi dah sok-sok an tausyiah. Maaf yak..
Itu foto L bareng teman2nya di Asrama
#senyum#semangat#pagi#semua