Minggu, 10 Januari 2016

Belajar empati bersama mas Alva

Dia anak yg istimewa. Amat istimewa. Ketika pertama kali datang ke sekolah kami, senyumnya begitu manis dan bersemangat.
Mas diantar oleh bundanya dengan cara di gendong di punggung.
"Maaf, bunda guru. Mas ini sulit berjalan, jadi mesti saya gendong," begitu bundanya menjelaskan.
Mas Alva yang sangat santun dan punya senyum manis ini ternyata sudah hafal ayat kursi, pandai membaca dan rapih dalam menulis, padahal buku-buku jari tangannya kurang sempurna.
Mas Alva juga masih perlu dibantu kemana-mana dan mengalami kekakuan sendi akibat penyakit yg dideritanya yaitu aghitroposis.
Mas Alva kesulitan berjalan dan bergerak. Namun semangat belajarnya begitu tinggi. So, kami putuskan untuk menerima anak istimewa ini.
Bagaimana penerimaan teman-teman di kelasnya?
Pada awalnya mereka hanya bertanya,"bunda guru, kenapa mas Alva?"
Wajar ada pertanyaan itu karena fisik mas Alva yang berbeda.
Setelah diberi penjelasan dan mas Alva sendiri menunjukkan sikap yang sangat baik dan ramah, tak ada satu pun dari anak-anak lainnya yang berperilaku negatif terhadap mas Alva.
Subhanalloh, mereka malah senang sekali membantu mas Alva.
Mulai dari membantu mas Alva dalam menyiapkan makan, mendorong trolly milik mas Alva ketika berjalan-jalan di luar kelas sampai menyuapi mas Alva bila sedang kesulitan makan.
Mas Alva mengajarkan banyak hal pada anak-anakmu murid kami yang lain.
Apa arti Kesabaran, kegigihan, perjuangan hidup, kepercayaan diri dan empati.
We're lucky to hv you, mas...
#Dan setiap anak Indonesia berhak mendapatkan kesempatan belajar
#versi lengkapnya ada di tulisan pintu yang tak pernah tertutup