Sabtu, 27 Februari 2016

Malaikat (Tak Perlu) Bersayap




Dulu sering merasa bahwa seorang ibu adalah malaikat buat anak-anaknya.
Karena seorang ibu selalu melindungi sang anak apa pun keadaannya.
Mengandung selama 36-40 minggu lamanya.
Melalui proses melahirkan yang menyakitkan.
Menggendong kemana pun sang ibu pergi.
Menceboki, memandikan, menyuapi,mengajarkannya berjalan, mengajarkan membaca, mengaji, sholat, membimbing secara ruhaniah dan memenuhi semua kebutuhan fisiknya.
Ibu adalah malaikat hebat yang diturunkan ke bumi ini oleh Tuhan.
Tugas malaikat yang lembut ini sama beratnya dengan malaikat yang bertugas di langit.
Itu dahulu.

Ternyata aku salah.
L menyadarkan banyak hal.
Ternyata bukan akulah malaikat itu.
L menyadarkan bahwa tak perlu memiliki sayap dan berwajah selalu manis untuk menjadi malaikat.
Anak adalah malaikat yang sebenarnya.
Terlahir ke bumi ini dalam keadaan yang paling suci dan bersih.
Anak memberikan pelajaran berharga bagi ibunya.

Bagaimana mungkin sang ibu bisa belajar sabar kalau bukan anak yang mengajarkannya?
Ibu takkan belajar caranya menyuapi jika bukan karena kebutuhan anaknya.
Ibu takkan tahu caranya memandikan anak jika bukan karena memiliki anak.
Ibu takkan tahu betapa menyenangkannya mendengar tawa ceria anak jika bukan mendengarkannya sendiri.
Ibu kemudian belajar mencari tahu bagaimana membuat makanan yang enak, yang cocok dengan anaknya, yang sebelumnya tak pernah ia masak.
Ibu belajar menjadi perawat dadakan saat anaknya sakit, belajar menenangkan anak, belajar memeluk dengan cara yang benar, belajar menstimulasi tumbuh kembang anak, belajar berbagai hal.
ibu mungkin takkan pernah belajar bagaimana caranya menyimpan ASI jika tak memiliki anak.
Ibu mungkin takkan perduli tentang bagaimana mengaji yang baik jika tak memiliki anak.
Takkan perduli jika melihat tukang odong-odong lewat.
Takkan berhenti membeli balon jika hanya untuk dirinya.
Walau tak bersuara merdu, seorang ibu akan bernyanyi atau bersenandung untuk anaknya.
Anak merubah semua kehidupan yang membosankan menjadi lebih berwarna.

Jadi, siapa yang sebenarnya malaikat itu?
Tanpa adanya anak, seorang wanita takkan pernah belajar untuk menjadi ibu.
Anak adalah malaikat manis yang dipinjamkan Tuhan pada kita.
Darinya kita dapat mempelajari banyak hal.
Anak adalah Tutor kehidupan terbaik bagi seorang ibu.
Malaikat tak perlu bersayap.
Tak perlu tiba-tiba terbang atau turun dari langit.
Hanya dengan melihat kedalam bola matanya, kita akan tahu dialah malaikat itu.
Pemilik senyum termanis sedunia.
Annakku....

#Saat rindu benar-benar membuncah di dalam dada. Rindu kamu,L

Tidak ada komentar:

Posting Komentar