Jika diurutkan lebih jauh ....dan mencari dari mana akar permasalahan ini terjadi , banyak yang menyalahkan televisi dan tehnologi sebagai salah satu penyebabnya. Namun tahukan anda , hal yang paling dasar dari penyebab semua ini adalah pergeseran peran dan tanggung jawab pada orang tua terutama ibu.
Tidak dipungkiri , tiap tahun semakin banyak ibu yang memilih untuk bekerja di luar rumah. Lalu perannya di dalam rumah dialih perankan pada mbak , suster , bibi atau nenek. Anak mengenal ibunya , namun tidak merasakan keberadaanya. Ibu yang di dalam Islam diberikan tugas sebagai Madrasah Pertama tempat anak belajar segala hal , berubah menjadi Ibu yang melahirkan saja . Bahkan zaman ini , jarang sekali ibu bekerja yang bisa menyusui anaknya 2 tahun , Seperti perintah Alloh SWT...Masya Alloh..
Yang memandikan ,mbak..yang menyuapi, mbak...yang menina bobokan saat tidur, mbak....yang menemani bermain , mbak...semua-semua ..mbak...
Kemana ibunya ? KERJA .
Ibu, sebagai perempuan, Kau tercipta sebagai TULANG RUSUK , Bukan TULANG PUNGGUNG...Tiada Kewajiban bagimu untuk mencari nafkah.
Berarti ibu yang stay di rumah lebih baik dari ibu yang bekerja dong ?
Belum Tentu juga , mom...
Banyak ibu yang di rumah pun tidak bisa melaksanakan perannya sebagai ibu.
Setiap harinya ia sibuk dengan pekerjaan rumah , menonton Televisi , bergaul dengan tetangga , ber Ghibah , asyik di depan gadget , de el el
Anak ? dimana anak ?
Anak dinina bobo kan dgn televisi , gadget , main di luar tanpa pengawasan ....
Yang penting anak sudah diberi makan
Bu....anakmu kan bukan anak ayam .
Ada Ibunya , namun tiada terasa keberadaannya.
Ketika sang anak mengalami hal yang tidak menyenangkan , barulah sang ibu menangis dan menjerit
disalahkannyalah program televisi
Bu....televisi itu benda mati , TV itu kepunyaan ibu , ambil remote lalu matikan , Bisaaa ?
Disalahkannya lah Gadget dan internet
Bu... Internet dan gadget itu pun benda mati , Diberikan batasan atau mau ibu buang sekali pun benda itu tidak akan melawan.
Berikan pengawasan dan kontrol , bisaaa ?
Anak2 ini adalah masa depan Ibu, masa depan keluarga , masa depan negara , masa depan agama .
Jika dalam setiap doa ibu menginginkan anak menjadi anak yang sholeh / ah , anak yang pintar , berbakti pada orang tua , membanggakan bangsa dan agama ...
Seharusnya , usaha kita pun sebesar harapan kita , bisaaaa ?
Jadi, semua ada ditangan kita para ibu
Tetaplah berada dalam fitrah kita sebagi Ibu
Melaksanakan tugas - tugas mulia sebagai seorang ibu.
Menjadi ibu tidaklah mudah dengan tugas-tugas yang berat
Oleh karena itulah Surga ada dibawah telapak kakinya.
Insya Alloh, buah yang akan kita petik sangat manis nantinya.
Comment from Denny R Supriana :
it is all about love, caring and understanding where you stand as.. teach your children the value of things ( religion, human, animal, plant and material), and as parent you will learn a new thing in live trough your children (children is a reflection of their parent, yes they are a mini version of you but in much better form that are ready to be molt LOL) they are like an empty cup ready to be fill.(give them books, give them thing to do, ask them their day, go have ice cream go loco with them but yet still be their mother, make them open up to you and not afraid to speak up, listen when they tell you imaginary super hero story or asking so many question that make you dizzy LOL)..Just remember and understand where you stand as a woman then you know what to do. and oh keep telling your children the 3 word "I LOVE YOU", it is simple word that means alot.. This parent things are not gonna be easy is gonna be alots lots of drama but enjoy it every moment coz children grew fast the next thing we know the are in collage doing their things soo yes Enjoy it!! This is what i wrote to future me, when I became a mother to enjoy it, to be there, to teach, to learn, to give time, to listen, but most of it to give love and my soul to what God give me..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar