Rabu, 17 Juni 2015

Agar anak tetap menghujami anda dengan pelukan dan ciuman hingga mereka besar

Assalamualaikum....
Pagi pertama di bulan Romadhon 1436 Hijriah.
Pagi ini cuaca cukup bersahabat seperti biasanya, hanya tak ada aroma kopi yang menemani.
Hmm...yang ada adalah aroma ibadah.
Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kelancaran beribadah shaum yaaa,Aamiin.

Hari ini...mau bahas soal pelukan dan cium...hug n kiss.
Tetaaap...kaitannya dengan parenting dan anak-anak yaaa...

Seberapa sering sih anda memeluk dan mencium anak?
Apa sih manfaat pelukan dan cium bagi anak?
Apa juga Manfaat bagi hubungan antar orang tua dan anak?

Seperti biasa, jawabannya adalah beragam.

"Saya sih sering banget meluk anak, nyium2 pipinya, gruwel2-in perutnya, ngitikin kakinya.yaaaa setiap hari lah, terutama klw mau tidur."(sebut saja dia ibu mawar)
"Saya seneng banget nyium2 anak saya, tapi anak saya suka enggak mau tuh, katanya ayah cukur dulu, dicium ayah ngga enak, sakit."(sebut saja dia bapak budi)
Naaaah, tuh pak...cukur hehehe
" Saya jarang meluk n cium anak. Biasanya, anak yang suka nyiumin saya."(sebut saja dia bapak jaim)
Lhah?!
"Anak saya mau dicium n di peluk kalau di rumah aja. Kalau di depan umum suka ngehindar, malu katanya sama teman2."(sebut saja dia ibu nona)
Hmmm..,banyak sih yang kaya gini.

Biasanya jika anak2 masih balita dan belum masuk sekolah, mereka akan suka rela, malah menagih pada kita untuk di peluk dan di cium.
Bahkan mereka sendiri yang akan bertubi2 menghujani kita dengan pelukkan dan ciuman.
Even itu di tempat umum dan di hadapan banyak orang.
Menyenangkan bukan?
Bau tubuh mereka yg masih berbau bayi, terasa masiiiih menempel di hidung kita walau pun kita sudah berada di kantor.
Ngangeniiiin
Tapi jangan harap mereka akan melakukannya lagi saat mereka mulai masuk sekolah dan mengenal banyak teman.
Boro2 menghujami kita dengan ciuman, di peluk di depan sekolah aja langsung menampik dan bilang "udah ah yah, bu...aku malu sama teman2."
Mereka ngga mau dianggap anak kecil lagi.
Tapi ada loooooh anak2 yang beranjak remaja masih melakukannya di depan umum.
Masih mau di peluk dan di cium di depan teman-temannya, merangkul mamah papahnya seperti sahabatnya sendiri.
Suka ngiri ngga kalau lihat yang begitu?
Pengen ngga hubungan kita dan anak bisa seperti itu, walau pun dia beranjak besar dan dewasa kelak?

Alhamdulillah anakku L masih mau aq cium dan peluk meski dihadapan orang banyak.
Dia engga perduli dengan penilaian orang lain terhadap dirinya.
Yang ia perdulikan adalah perasaan ibunya terhadap dia.
Jadi, engga ada tuh omongan "ntar malu sama temen2."

Mau tau ra-ha-si-a nya?
1. Jadilah sahabat baik ànak.
     Prosesnya enggak sebentar tapi jg ngga susah kok.
2. Hargailah perasaan anak.
     Dengan menghargai perasaanya, anak akan menghargai kita.
3. Jadilah orang tua yang membanggakan.
    Jangan hanya menuntut anak untuk bisa berprestasi dan membanggakan sementara kita sebagai orang tua menuntut anak untuk menerima kita apa adanya.

Jika menurutnya kita adalah orang tua yang terbaik, yg asik dan meñgerti perasaannya, dia yang akan tetap terus menghujami kita dengan peluk dan ciuman.
Biasakan juga memeluk dan mencium anak, karena menurut beberapa penelitian, banyak sekali manfaatnya loh...pak, bu, setidaknya ada 6 Manfaat Memberi Pelukan Pada Anak :

1. Pada bayi yang lahir prematur, pelukan hangat dari sang ibu akan membuatnya lebih kuat.
Mempercepat perkembangan tubuh serta otak.
Pada sebuah penelitian yang dilakukan di Bliss Hospital di Montreal, disimpulkan bahwa bayi prematur yang dipeluk oleh sang ibu akan menjadi lebih cepat kuat,
sehat dan besar daripada bayi yang hanya ditempatkan di inkubator saja. Sebab ketika sang bayi dipeluk, ia akan merasa nyaman sehingga mempunyai energi baru.

2. Sebuah pelukan akan jauh lebih efektif bila dibanding dengan kata-kata pujian dalam memengaruhi perilaku seseorang.
Para praktisi ahli telah membuktikan hal ini.
Banyak kasus konflik yang terjadi antara ibu dan anak ternyata bisa lebih cepat teratasi hanya dengan pelukan. Seorang anak akan berubah begitu drastis menjadi lebih tenang dalam hitungan menit setelah mendapat pelukan.

3. Pelukan bisa menjadi media untuk mengatasi anak-anak yang berperilaku unik.

4. Sebuah pelukan dapat memberikan kedekatan dan kekuatan getaran batin antara orangtua dan anak. Berdasarkan penelitian psikolog Edward R. Christopherson. Ph.D, pelukan jauh lebih efektif daripada pujian atau ucapan sayang karena membuat anak merasa dicintai dan dihargai.

5. Sebuah pelukan sederhana bisa menurunkan tekanan darah dan mengurangi stres.

6. Dalam bukunya 'The Hug Therapy', psikolog Kathleen Keating menyebutkan bahwa pelukan juga dapat meningkatkan kecerdasan otak dan IQ anak.

Anak yang sering di peluk dan di cium juga akan tumbuh menjadi pribadi yang hangat, menyenangkan dan ber empati tinggi.

So, sudah memeluk dan mencium anak andakah pagi ini?
Sudah siapkan menjadi orang tua yang asik dan membanggakan? Biar nanti mereka akan tetap menghujami kita dengan peluk dan cium hingga mereka dewasa kelak, Aamiiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar