Tiap-tiap denger adzan, air mataku langsung keluar.
Terutama kalau adzan Maghrib.
Bukan apa-apa, itu semua karena ngeliat beberapa teman berjamaahnya L lewat di depan rumah dan ngelirik2, mencuri2 pandang ke arah rumah kami.
Posisi rumah yang memang berhadapan dengan mesjid jami, membuat siapa pun yang menuju mesjid, akan melewati rumah.
Biasanya beberapa anak sudah berteriak2 memanggil nama L, saat waktu sholat datang.
Tapi kini, tak ada suara2 itu.
Hanya pandangan mata dan wajah2 yang mencuri pandang ke arah rumah.
Entah apa yang mereka pikirkan.
Mereka tahu, L sekarang di Alka.
Mungkin mereka hanya berharap saja atau mengenang senyuman dan lambaian tangan L didepan pintu saat mereka menjemput L.
Ah, anak2 itu...sahabat2 dekat L, mereka semua lelaki dan seumuran L.
Melihat mereka, seperti melihat L sedang tersenyum, berucap salam sambil mencium punggung tanganku saat pamit menuju mesjid.
Duh, kawan...maafkan hati seorang ibu yang merindu ini.
Janganlah kau sebut lagi aku ibu yang lebay.
Merindu itu ibarat bernafas dalam ruang yang kurang oksigen...berat.
Cobalah kau, kawan. Menahan nafas dalam kisaran waktu lebib dari 5 menit.
Seperti itulah rindu, menyesakkan.
Tapi dengan merindu, doa2 yang terhaturkan menjadi lebih khusyu dan panjang.
Seperti itulah ibu padamu,L.
#aku#nggak#nangis#cuma#kelilipan
Dunia anak usia dini dan tips parenting yang dikemas dalam kisah sehari-hari. Lugas bertutur tanpa bermaksud menggurui. Semoga berkenan dan dapat menjadi sahabat baik bagi anak-anak usia dini di sekitar kita.
Senin, 24 Agustus 2015
Genk mesjid
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar