Surat yg kesekian untuk L
Ini sudah hari yg ke 15 kamu meninggalkan rumah, nak.
Air mata ibu, masih saja menetes merindumu.
Namun sekarang ini Lebih banyaknya karena malu dan rasa bersalah.
Terakhir kita bertemu, kamu sudah lebih tinggi beberapa centi dari ibu.
Bukan hanya tubuhmu yang melebihi ibu sekarang.
Sikap dan ibadahmu pun sudah melebihi ibu.
Setiap harinya jam 3 pagi kamu bangun dan tidur jam 10 malam.
Kamu sibuk, super sibuk.
Tp kamu tetap istiqomah mengerjakan qiyamul lail setiap hari.
Ibu mu?
Ah, masih saja suka berat mata bangun saat malam dan meninggalkan rawatib.
Hafalanmu sudah banyak.
Ibumu?
Tilawah pun masih malas2an.
Shaum mu terjaga dgn baik.
Ibu mu?
Dengan berbagai alasan berusaha tak melaksanakan.
Wajib dan sunahmu terjaga.
Lalu, Ibumu???
Malukah engkau punya ibu seperti aku,nak?
Yang seharusnya mengajarkan dan tahu lebih banyak darimu.
Palagi saat teman2 mu bilang, kamu adalah anak yg paling rajin merapihkan kamar.
Bukan hny milikmu, tapi juga milik kawan2mu.
Itu karena kamu terbiasa seperti itu di rumah.
Karena orang tuamu tak se-kaya orang tua teman2mu.
Tak bisa menyediakan orang untuk membantu menyiapkan keperluanmu.
Hingga kamu malah menjadi partner ibu dalam urusan rumah.
Ah, L
Melihat teman2mu turun dari mobil2 mewah diantar supir, kembali hati ibu trenyuh.
Menatap ke dalam matamu.
Kamu hanya diantar oleh kendaraan yg biasa tapi ibu senang karena tak melihat ada perasaan rendah diri disana.
Temanmu banyak, kamu disayangi mereka.
Maafkanlah ibu yg belum bisa menyediakan kendaraan yg layak untukmu, blum bisa membelikan pakaian yg bagus dan mahal untukmu.blum bisa membelikan mainan2 yg kau inginkan,blum bisa memberimu banyak hadiah.
Maafkanlah juga ibu karena kamu selalu harus berjuang untuk apa yg kau inginkan.
Dan kamu tak pernah memintanya.
Dari semua yg kurang, kamu malah selalu memberi lebih pada ibu.
Malukah engkau memiliki ibu seperti ibumu ini,nak?
Yang banyak kekurangan dan tidak bisa kau banggakan?
Kamu adalah belahan jiwa ibu.
Kamu adalah segalanya di dunia ini.
Terima kasih banyak untuk segala kebaikan yang telah kau berikan, anakku.
Ibu mencintaimu, lebih dari apa pun dan siapa pun.
#nangis#lagi#sendiri#insta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar