Miris dan sedih...
Itu yang saya rasakan saat melihat postingan-postingan gambar dan video pornografi di facebook.
Ada apa ini?
Sebulan ini, postingan semacam itu, gencar sekali beredar.
Entah ini ulah pesaing facebook yang ingin menjatuhkan citra atau pekerjaan hacker yang iseng.
Yang jelas, ini merusak mental.
Yang membuat prihatin adalah kenyataan bahwa pengguna facebook banyak anak-anak dibawah umur 18 thn.
Entah memang mereka yang membuat sendiri account tersebut, dibuatkan oleh teman atau yang paling menyedihkan, orang tua mereka sendiri yang membuatkan.
Eh, hellloooooo....demi apa?
Demi anaknya tak ketinggalan jaman?
Demi kekinian?
Lalu sekarang saat sedang maraknya peredaran postingan pornografi di wall yang intensitas tayangnya sangat sering, apa yang orang tua lakukan?
Tahukah mereka bahwa dengan sekali saja menonton atau melihat gambar seperti itu, kecerdasan anak akan turun 1%, lalu mereka menjadi ketagihan.
Bayangkan, jika anak berkali-kali melihat postingan ini?
Regradasi mental, kecerdasan dan ahlak....itu tujuan para hacker ini.
Mau dibawa kemana negri ini?
Para orang dewasa di hantam dengan krisis ekonomi,
Anak-anak dihantam dengan krisis moral.
Salah facebook kah?
Saya rasa tidak.
Pernahkah anda para pengguna facebook ini membaca syarat dan ketentuan dalam membuat account ini?
Umur pembuat account tidak boleh dibawah 13thn.
Dan anda menyetujui ketentuan ini, dengan menekan tombol "i accept".
Lalu lihatlah di negri kita ini, negri para pesulap.
Apa-apa bisa disulap dan di sesuaikan.
Hingga usia anak pun bisa kita sulap.
Mereka menuakan usia, agar bisa mempunyai account.
Sekali lagi, untuk apa?
Mencari teman? Bersilaturahim?
Kenyataannya anak-anak diajarkan pamer status, Pamer foto, hingga pamer kemesraan.
Naudzubillahimindzaliq...
Lalu, apa yang harus dilakukan?
Kalau anak diminta menghapus account-nya, pasti misuh-misuh..,nggak bakalan mau.
Gini deh, gimana klw dengan cara yg halus dan nggak memaksa?
Mulailah mengajarkan pada anak, apa arti bersilaturahim yang sebenarnya, apa arti bermain yang sebenarnya.
Beritahukan bahwa they real life, they real friends itu adalah yang bisa dilihat langsung, berbicara langsung, berinteraksi langsung.
Yang di dumay ituuuu yaaaa maya, nggak nyata, nggak real.
Jangan sampai generasi kita menjadi generasi yg tidak bisa membedakan mana yang nyata, mana yang tidak.
Bermain itu adalah interaksi sosial yang menyenangkan.
Bermain itu butuh orang lain, misalnya main bola, main layangan, main kelereng dll.
Bermain dengan gadget, itu bukan arti bermain yang sesungguhnya.
Mulailah menjauhkan gadget, berikan keasyikan bermain dalam dunia nyata, keasyikan bersilaturahmi yg sesungguhnya.
Jika itu terjadi, anak akan lupa pada gadgetnya.
Mereka akan tahu betapa mengasyikannya tertawa lepas bersama teman saat mereka bermain hujan dan terjatuh di kubangan air.
Mereka akan tahu betapa menyenangkannya bisa menangis bersama saat salah satu teman ada yang bersedih.
Mereka akan tahu, gadget itu nggak asyik.
Facebook itu cuma bikin kita menjadi orang yang egois.
Dan mereka mulai meninggalkan itu semua.
Truuuuusssss....kita nih sebagai orang dewasa, mestinya sering-sering bikin postingan yang baik, jangan diam saja.
Seperti salah satu tujuan dari wadah Sejuta Guru ngeBlog yang saya ikuti, yaitu membuat postingan2 positif di medsos mana pun.
Tujuannya, agar postingan2 negatif macam pornografi itu akan cepat tergeser oleh postingan positif.
Jika ada satu juta orang saja yang melakukannya, maka postingan negatif itu lekas tertutup toh? Tergeser ke bottom dan syukur2 nggak sempat kita lihat.
Dan pergunakan medsos dengan bijak, patuhi peraturan yg sudah kita setujui, Insya Alloh...Aaaammaaaan.
*buat para hacker, ada salam dari malaikat izroil...hehehe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar